Wednesday, June 16, 2010

- Aku Ingin Hidup denganmu -

Pagi ini kau mengajakku ketemu.Baru kali ini aku melihat kau begitu serius ingin bertemu denganku.Aku tak tahu apa yang menjadi keperluanmu sehingga kau begitu ngotot kita bertemu dan tak mengijinkan sedikitpun aku tahu alasan apa yang menghinggapi pikiranmu.
" Rupanya kau udah dateng to sayang, sory aku telat." ucapku sambil mengecup keningnya.
" Lama bener sih!" jawabnya sambil menyedot minuman yang telah tersedia di hadapannya.
Aku pun duduk.Dan segera melepas switer yang sedari tadi aku pakai.
Kaupun kelihatan memandangku dengan seksama dari atas ujung rambutku hingga ke batas dada karena tak sampai ke bawah lantaran meja yang ada di depanku.
" Din...Aku ingin ngomong sesuatu ma kamu." pembukaan kata itu kau lontarkan sambil menggenggam tanganku erat.
" Aku ingin hidup denganmu untuk sekarang dan selamanya. "
To the point sekali ucapan mu,itulah yang ada di benakku.Tanpa aku kira kau mengucap itu padaku.Dan aku hanya bisa diam, layaknya petir bisa muncul di siang bolong aku pasti kena sambarannya.
" Andin...kenapa diam.Apa aku salah jika aku mengatakan ini padamu? " Kau menggugah lamunanku sejenak, akupun terhentak.Dan suaraku pun terbata-bata untuk memberimu jawaban.
" se..se...benarnya akupun ingin melakukan itu denganmu, ta...pi..."
" Tapi kenapa!" Kau berkata seolah sedang memaksaku untuk segera berkata.
Aku kembali termenung.Aku tidak tahu apa yang harus aku jawab, aku bingung dan ini benar-benar di luar dugaanku.Lama sekali aku termenung dan akhirnya aku tegakkan kepalaku dan aku...
" Sebelumnya aku minta maaf...ton" trenyuhku di hadapannya
" Tapi aku belum bisa...belum ton,belum....." Aku terus ngotot dengan ucapanku.
Aku sejenak melihat kau.Kau menangis dan melepas genggaman tanganmu yang sedari tadi menumpuk di atas tanganku.Kau tertunduk pilu...
" Tapi aku belum bisa..belum ton, belum bisa untuk menolakmu. Aku mau hidup denganmu." ku teruskan kalimatku yang membuat kau terhentak tak karuan dan segera memeluk aku.
" Terima kasih Andin, aku mencintaimu dan aku benar-benar tak ingin kehilanganmu." Kau berucap dengan sempoyongan lantaran kau begitu bahagia.
" Aku juga mencintaimu...I LOVE YOU " Ku timpali perkataanmu dengan bahagia.

3 comments:

  1. Mari kita menikah atau maukah kamu menikah denganku?suatu ungkapan yang mulia dan berprospek dari pada maukah kamu jadi pacarku?

    ReplyDelete